Post Views:
243
Tangerang, Posbanten.co.id
Adapun menurut pantauan Ketua Umum DPP LSM – BPPB, T. Manurung dilapangan, untuk kegiatan drainase di wilayah Kab. Tangerang, Prop. Banten sangat banyak yang bermasalah.
Salah satu diantaranya yaitu, Pelaksanaan pembangunan drainase Jalan Cisauk-Suradita (Batas Bogor) yang menelan biaya Rp 1.478.939.000,00 (Satu Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Rupiah) bersumber dari dana APBD Tahun Anggaran 2025 dan dilaksanakan CV. Mahakarya Putra Kontruksindo diduga keras menuai masalah.
Dari pantauan dilapangan, pembangunan drainase (U-Ditch) pada saat pemasangan tidak adanya dudukan U-Ditch atau lantai kerja dan hamparan pasir. Tujuan hamparan pasir atau pemasangan lantai kerja untuk memperkuat pondasi bawah.
T. Manurung, selaku ketua umum DPP LSM – BPPB, menjelaskan, di lokasi kegiatan terlihat pada saat pemasangan U-Ditch dalam keadaan berair.
Namun para pekerja tetap memaksa memasang U-Ditch yang seharusnya terlebih dahulu dikuras/disedot/dikeringkan, supaya terlihat lebih bagus dan rata.
Ada juga ditemukan U-Ditch yang sompel namun tetap dipasang, kemudian dilokasi kegiatan juga ditemukan bekas pembongkaran U-Ditch lama (bekas) yang notabene pemasangan Tahun Anggaran 2024.
Perlu diketahui setiap investigasi di lapangan tidak pernah bertemu dengan konsultan maupun instansi terkait DBMSDA Kab. Tangerang.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada pernyataan resmi dari pihak DBMSDA Kab. Tangerang maupun dari CV. Mahakarya Putra Kontruksindo selaku pelaksana proyek.
(BUDI).