Dinas PU Toba, Maupun Propinsi Sumatera Utara Tak Kunjung Perbaiki Jalan Longsor Lintas Kabupaten Toba Menuju Labura. | POSBANTEN.CO.ID
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Monday 15th July 2024

Dinas PU Toba, Maupun Propinsi Sumatera Utara Tak Kunjung Perbaiki Jalan Longsor Lintas Kabupaten Toba Menuju Labura.

Posbanten.co.id, Toba.

Jalan lintas antar kabupaten toba dan labura yang telah di kerjakan dua tahun silam yang belum kunjung selesai menuai pertanyaan masyarakat desa cinta damai dan desa pagargunung hari ini minggu 3/9/2023.

Berbagai keluhahan masyarakat di beberapa desa tersebut melihat kondisi banyaknya ruas jalan rusak, akibat longsongsor yang tak kunjung di perbaiki oleh dinas pu baik kabupaten maupun propinsi sumatera utara. 

Terdapat beberapa titik tanah longsor, seperti sipege pege, nansau, mapun yang terletak di antara desa kp Hasang dan pagargunung, diduga dinas pu melakukan pembiaran dan tidak peduli bahkan tidak punya hati keinginan melakukan perbaikan terutama di hasang menuju pagargunung, tanah longsor tersebut di perkirakan sudah tahunan.

Hasil pantauan awak media di beberapa titik tanah longsor yang paling parah terdapat diantara desa kp Hasang dan pagargunung bisa sewaktu waktu menelan korban apabila tidak cepat di perbaiki ujar warga hasang kemedia posbanten.co.id di lokasi sambil menunjukkan bahwa kedalaman tanah longsor cukup lumayan dalam.

Diketahui sipege pege sudah pernah memakan korban yang cukup santer baik di media sosial maupun online.

Jalan Akses satu satunya yang bisa menghubungkan ke parsoburan dan ke toba dan bandara silangit di harapkan pengerjaan perbaikan mengingat curah hujan bulan september, oktober hingga desember di perkirakan cukup tinggi ungkap warga setempat yang enggan di sebutkan namanya.

Rusak parah jalan tersebut di perkirakan sudah tahunan namun dinas pu belum ambil sikap perbaikan sehingga warga setempat kecewa terhadap kepemimpinan bupati toba baik gubernur sumatera utara yang diduga tidak peduli nasib warganya.

Akses Jalan yang diharapkan masyarakat dapat terealisasi pembangunannya jalan menuju labura, saat ini tak kunjung selesai sehingga hasil panen menurun nilainya karena harus menambah biaya transportasi yang cukup tinggi,” Ia ya kami harus menanggung biaya transportasi dengan cara harga jual kami minim terangnya .

Menurut penetua kampung yang namanya tidak mau di sebutkan mengatakan bahwa,” Akses Ruas jalan menuju labura pernbangunannya harus selesai akhir tahun menurut penyampaian anggota dewan DPRD propinsi sumatera utara pak silaen yang kala itu datang ke sibaning ungkapnya.

Tetapi sampai detik ini tak kunjung ada realisasi pembangunan jalan ini coba di perhatikan jalan ini sampai sibaning kan ucapnya.

Tak hanya itu penetua beserta masyarakat kp sibaning dan kampung lain juga berharap kepada pemerintah baik kabupaten maupun propinsi agar segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut untuk meningkatkan pendapatan perkapita dimana hasil panen tani seperti sawit lebih jauh ke tebingtinggi sementara klo jalan tersebut tembus kami lebih dekat jualnya cuma 20 km dan jika bisa di lalui roda 4 maka tidak menutup kemungkinan hasil panen sawit dan tanaman lain harga bisa lebih tinggi tandasnya.

Jalan yang saat ini kurang lebih 9 km yang belum terselesaikan menjadi pertanyaan besar dimana menurut penjelasan Anggota dewan DPRD propinsi ke masyarakat akan di selesaikan di akhir tahun 2023.

Lalu siapakah yang salah rakyatkah…. ??? Atau dewan kah….??? Atau Dinas Pu kah… ??? Yang jelas masyarakat menghimbau kepada pemerintah kabupaten, baik propinsi maupun pusat agar segera mungkin melakukan pembangunan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat, serta meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.

Piter siagian .

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

mgid.com, 748613, DIRECT, d4c29acad76ce94f