Publik Pertanyakan proyek Turab di Wilayah Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk. | POSBANTEN.CO.ID
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Monday 15th July 2024

Publik Pertanyakan proyek Turab di Wilayah Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk.

Posbanten.co.id, Kabupaten Tangerang

Pengerjaan Proyek fisik turab di wilayah ,Desa Mauk Barat, Kecamatan mauk Kabupaten Tangerang, pengerjaan tanpa tanpa papan proyek sehingga publik bertanya tanya akan proyek tersebut menurut keterangan warga bahwa proyek tersebut dibangun untuk irigasi air namun tidak diketahui asal muasal sumber dananya bahkan mereka menyebut nama proyek tersebut proyek siluman ucap warga saat ditemui di lokasi.

Meski sering dipersoalkan publik, akan tetapi tetap saja vendor membandel dengan dibiarkan dan mengabaikan hak publik tentang informasi, tak hanya itu para pekerja tak juga memakai APD saat melakukan kegiatan kerja dilapangan.

Kurangnya pengawasan dari dinas terkait proyek pembangunan turab dimana dinas tertentu sebagai pemberi kerja patut di pertanyakan bahkan saat awak media mau investigasi kegiatan tersebut berjalan tanpa pengawasan, diduga proyek tersebut asal jadi karena tidak diketahui jumlah anggaran dan besaran nilai anggaran tersebut.

Anggaran yang menyerap uang rakyat yang dianggarkan melalui APBD, daerah kabupaten tangerang yang menghabiskan anggaran sebesar Rp…… patut di pertanyakan publik.

Hal tersebut diduga dinas terkait BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR mengeluarkan anggaran yang cukup lumayan besar tetapi pihak vendor tidak peduli akan pelanggaran seperti papan proyek, safety helmet, dan APD k3 saat pengerjaan berlangsung,

Dengan demikian sesuai dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya tak berlaku di Desa Mauk Barat.

Salah satunya proyek pengerjaan Dinding untuk Menahan pergeseran Tanah atau penurapan Desa Mauk Barat hingga kini, tak ada papan nama proyek fisik yang terlihat.

“Kami tidak tahu proyek ini anggarannya berapa dan sampai kapan serta dikerjakan siapa. Karena tidak ada papan nama proyek yang dipasang di lokasi proyek ini, Mendadak ada pekerjaan fisik. Padahal harusnya proyek dikerjakan secara transparan dan diketahui masyarakat umum,” ujar warga sekitar yang enggan di sebutkan namanya pada hari selasa, (5/12/2023).

Tampak juga terlihat pembangunan yang sedang berlangsung saat ini terlihat material dilokasi. ditempat yang sama warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya yang berada  didekat lokasi pembangunan menjelaskan ke awak media, tidak tahu siapa pelaksana, mungkin bisa tanya ke Balai desa ”Bebernya.

Sementara, Pengurus FBB ( Fron Banten Bersatu), Bung Sopian S.H mengatakan seringkali kita menerima pengaduan dari masyarakat, banyak sekali pengerjaan yang tidak mengindahkan hak masyarakat tentang keterbukaan informasi.

“Kami berharap satuan kerja dan rekanan kedepannya kalau ada proyek mohon di taati peraturan yang ada, jangan seperti pekerjaan siluman saja. Pemasangan plang informasi proyek tersebut sifatnya wajib, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54/2010 dan Nomor 70/2012,” tutur Sopian S.H

Hingga berita ini diturunkan dinas terkait belum sempat di konfirmasi.

Rinto k

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

mgid.com, 748613, DIRECT, d4c29acad76ce94f