Kades Ciseureuheun Pilih Tak Berkomentar Soal BLT DD, Camat Cigeulis Bilang Begini…


Pandeglang, posbanten.co.id

Bantuan Langsung Tunai atau BLT DD (Dana Desa) 2022 adalah salah satu kategori bantuan sosial yang disalurkan oleh pemerintah. BLT DD (Dana Desa) 2022 ini berbeda dari kategori BLT lainnya yang disalurkan oleh Kementerian Sosial.

Bantuan langsung tunai melalui dana desa (BLT-DD) ini merupakan salah satu bantuan yang diberikan dalam upaya menekan dampak pandemi covid-19 terutama bagi warga kurang mampu dan terdampak Covid-19 yang belum tersentuh bantuan dari pusat.

Namun Didesa Ciseureuheun Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang Banten menjadi tanda tanya besar??, Hal itu lantaran kriteria Penerima Program diduga beberapa diantaranya adalah istri dari Perangkat Desa.

Konfirmasi wartawan lewat pesan singkat WhatsApp sebagai bentuk etika profesi dalam pelaksanaan tugas fungsi dan peranan tidak ditanggapi oleh Kepala Desa Ciseureuheun, Padahal hak jawab klarifikasi merupakan sebuah keuntungan bagi pihak yang bersangkutan, juga Konfirmasi sudah merupakan kewajiban bagi setiap Wartawan.

Berbeda dengan Kades,
Tanggapan Berita Dugaan Istri Perangkat Desa Ciseureuheun masuk data penerima BLT DD, datang dari Camat Cigeulis, Hadi Pathoni.

Kepada media, Hadi Pathoni saat dikonfirmasi berdalih bahwa persoalan itu hanyalah miskomunikasi terkait dengan beberapa penerima Bantuan Langsung Tunai 2022 di Desa Ciseureuheun yang diduga adalah istri dari Perangkat Desa.

“Hapunten, (mohon maaf) ka terkait BLT DD desa Ciseureuhan Mis Komunikasi Data itu yg di oploud dan di Share itu data awal perencanaan,” dalih Hadi Pathoni Camat Cigeulis lewat pesan singkat WhatsApp.

Hadi Pathoni menjelaskan bahwa data yang diterima awak media data lama 1 bulan yang lalu.

“Itu data lama 1 bulan yang lalu, untuk data yang rill ada di kami,” ungkap Camat Cigeulis.

Camat Cigeulis itu juga menyampaikan, yang disalurkan sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

“Dan yang dibagikan sesuai SOP dan pedum yang berlaku,” paparnya.

Namun ketika ditanya soal data nama-nama yang baru, Hadi Pathoni tidak mau menanggapi serius seolah data tersebut hanya dirinya yang berhak mengetahui.

Hal ini menimbulkan rasa penasaran, dan tanda tanya besar? kenapa seorang camat bisa mengatakan data yang di share adalah data lama, tetapi realitanya data rilnya tidak diberitahukan.

Terpisah Warga sekitar yang disembunyikan identitasnya sebagai hak tolak wartawan mengatakan jika data yang diterimanya itu bisa dipertanggungjawabkan.

“Waduh tidak masuk logika jika camat bilang itu data perencanaan, sebab semua mengetahui kalau beberapa yang direncanakan itu istri dari Perangkat Desa,” ungkap Warga.

Ia mengatakan, jika memang dicantumkan hanya pada saat perencanaan seperti yang dikatakan camat logikanya tidak dapat dimengerti, dan patut dipertanyakan?.

“Pertanyaan saya sederhana pak, kan semua pada tau termasuk BPD itu adalah istri dari Perangkat Desa yang katanya hanya data perencanaan, saya juga pernah nanya ke BPD tapi jawabnya tidak tahu data, jadi Kalo menurut saya jangglal,” tutupnya.

Edi/pos

Berita Terkait

Top