Warga Keluhkan Dampak Pembangunan U_dith Di kelurahan Pamulang Barat kecamatan Pamulang. | POSBANTEN.CO.ID
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Monday 15th July 2024

Warga Keluhkan Dampak Pembangunan U_dith Di kelurahan Pamulang Barat kecamatan Pamulang.

Posbanten.co.id, Tangsel.

Pengerjaan U_dith di Rw, 06 Jalan Ruko Reni Jaya kelurahan pamulang barat di keluhkan warga pasalnya tanah yang menumpuk dari galian tanah untuk tempat u_dith belum diangkut oleh pihak vendor bahkan sudah tiga minggu menurut keterangan ketua Rt, 01, diduga kuat ada pembiaran oleh pihak tertentu sehingga menimbulkan beberapa orang terjatuh akibat licin jalanan 4 / 12/ 2023.

Proyek pengerjaan U_dith tersebut diduga proyek muntahan menurut keterangan warga setempat saat ditemui di lokasi, serta tidak ada adanya komunikasi, koordinasi dan informasi kepada warga akan pembangunan U_dith bahkan menurut mereka bahwa proyek tersebut berdampak negatif bagi warga dimana Air yang datang dari atas terlalu besar sehingga air tersebut mengakibatkan banjir bagi warga Rw 21, Rt 01, 02, 03, Rw, 17, dan Rt 07.

U_dith yang di bangun saat ini belum diketahui berapa nilai anggaran karena tidak menggunakan papan proyek, serta belum ada ijin lingkungan sekitar ucap warga, ketua Rw, 21 sekitar lokasi ke awak media.

Kemudian mereka menyampaikan bahwa tidak menolak program pembangunan yang mana untuk kepentingan umum tetapi hal tersebut telah merugikan warga Rw, 21 Rt, 01, 02, 03, dan Rt 07 dan menimbulkan banjir sehingga menimbulkan konflik antar warga yang dapat menimbulkan perpecahan warga akibat proyek U_dith tersebut.

Cekcok tersebut sempat terjadi antar Rw, dan Rt serta menjadi perhatian publik akibat kurangnya komunikasi dan koordinasi atas pembangunan tersebut. Dimana warga sebagian kena dampak banjir sehingga melakukan protes atas pekerjaan proyek U_Dith.

Selain itu mereka juga meminta lurah agar dapat melakukan teguran kepada vendor yang melakukan pengerjaan, menurutnya warga akan tetap kebanjiran akibat U_dith dimana Gorong gorong lebih kecil dibawah sementara diatas lebih besar sehingga muntahan air dari atas sangat besar, hal ini perlu untuk di sikapi oleh pemerintah untuk dapat merubah sistem ķerja dan SOP ungkapnya.

Dia Juga menjelaskan bahwa air di sekitar akan mengakibatkan banjir di wilayanya kalau tidak ada dilakukan evaluasi yang benar benar bisa merubah air tersebut langsung ke sungai.

Persoalan ini menurutnya perlu dikaji oleh pemerintah sehingga berdampak positip bagi warga dan juga warga akan meminta walikota dan wakil walikota agar dapat memperhatikan mereka yang kena dampak akibat proyek U_dith yang tengah dikerjakan.

Ditempat berbeda tokoh masyarakat pamulang, H.Hary sekaligus aktifis senior tangerang selatan mengatakan: ada tiga hal yang disoroti.

* Pengaduan masyarakat dan pihak dinas harus tegas, mau melakukan tindakan terhadap vendor sebagai pelaksana kerja.

* Bahwa SDABMBK jangan tutup mata, diharapkan turun kebawah. untuk melihat langsung.

*Pelaksana tidak ada dilokasi sehingga menimbulkan pertanyaan besar olehnya.

Dia juga menyampaikan agar tanah tersebut diangkut segera mungkin untuk menjaga kecelakaan di jalan akibat licin dan musim hujan, dia juga menyebut pihak dinas harus tegas terhadap vendor bila perlu blacklist perusahaan tersebut ungkapnya.

Di lokasi Para pekerja saat menjalankan aktifitas tidak memakai APD, septy Helmet, serta tidak adanya papan proyek dapat dilihat oleh publik hal ini menurut warga timbul dugaan bukan proyek APBD seperti proyek lain yang menggunakan papan proyek ujar warga melalui pak Rw, 21 dan Rt 01, 02, 03, yang ngumpul ketika awak media temui dilokasi.

Proyek pengerjaan u_dith mengabaikan K3 sebagaimana diatur dalam UU no 2 Tahun 2017 tentang  jasa konstruksi dan UU nomor 1 tahun 1970 pasal 359, tentang sefaty  keselamatan dan kenyamanan  kerja, serta kepres 54 tahun 2010 dan nonor 70 tahun 2012 tentang penggunaan papan proyek sebagai informasi publik.

Menumpuknya tanah dilokasi jalan serta tidak adanya Rambu rambu jalan sebagai petunjuk bahwa ada kegitan turut di sorot oleh warga bahwa menurut keterangan mereka sudah ada sekitar 6 orang yang jatuh dilokasi akibat jalan licin serta mengakibatkan luka luka.

Pelaksanaan pembangunan tersebut diduga tanpa pengawasan dinas terkait dan saat ditemui dilapangan pengawas tidak ada ujar salah seorang pekerja, dirinya menyebut bahwa Pelaksana tidak ada di lokasi ucapnya.

Camat pamulang dan lurah pamulang barat tidak sedang berada di tempat saat mau dikonfirmasi begitu juga dengan kasi trantib hal ini menimbulkan pertanyaan besar dan dugaan kongkalikong atas proyek tersebut.

Dihimbau dinas terkait sebagai pemberi kerja agar dapat melakukan tindakan maupun teguran kepada vendor sebagai pelaksana kerja untuk menjaga hal hal yang tidak di inginkan. Serta, inspektorat, BPK kejaksaan sebagai pengawas anggaran untuk segera melakukan audit terkait proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan pihak dinas PUPR/ SDABMBK, dan pendestrian kota tangerang selatan belum sempat dikonfirmasi.

Piter siagian / chrdn.

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

mgid.com, 748613, DIRECT, d4c29acad76ce94f