Rupiah kembali jeblok melawan dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan


Jakarta, posbanten.co.id

Prediksi Keuangan Negara Indonesia sudah mulai melemah  kemungkinan akan ada moneter dalam tahun 2023 mendatang.

Level Rupiah dari tadi pagi, 08.00 sampai 23.00 wib akan naik sekitar 20%, karena tukar rupiah melemah.

Menurut informasi, bahwa rupiah dalam bulan September 2022 ini akan naik menjadi 15.300, karena kurang stabil ekonomi.

Rupiah kembali jeblok melawan dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan Rabu (21/9/2022) hingga menembus Rp 15.000/US$.

Penyebabnya, apalagi kalo bukan bank sentral AS (The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis dini hari waktu Indonesia. Dikutip CNBC Indonesia

Pada pukul 9:17 WIB, rupiah berada di Rp 15.010/US$, melemah 0,2% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, bahkan ada kemungkinan sebesar 100 basis poinHal tersebut terlihat di perangkat FedWactch milik CME Group, di mana pasar melihat ada probabilitas sebesar 18% The Fed akan menaikkan 100 basis poin pada Kamis (22/9/2022) dini hari waktu Indonesia.

Sementara probabilitas sebesar 82% untuk kenaikan 75 basis poin.Jika The Fed menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin, bisa menjadi indikasi The Fed melihat inflasi masih akan terus menanjak atau belum mencapai puncaknya.

Hal ini bisa memicu gejolak di pasar finansial. Dolar AS akan semakin perkasa, dan rupiah tertekan.

Pasar juga melihat bank sentral Swedia (Riksbank) yang agresif menaikkan suku bunga Selasa kemarin. Riksbank mengerek suku bunga hingga 100 basis poin (bps) menjadi 1,75%.

Tertinggi sejak Desember 2011.Kenaikan tersebut lebih tinggi dari konsensus Trading Economics sebesar 75 basis poin, dilakukan akibat inflasi yang dikatakan terlalu tinggi.

Bahkan dalam 6 bulan ke depan Riskbank menyebut suku bunga masih akan terus dinaikkan agar inflasi kembali ke 2%.

Perkembangan inflasi ke depannya masih sulit untuk dinilai dan Riskbank akan menyesuaikan kebijakan moneter sebagaimana diperlukan untuk memastikan inflasi turun kembali ke target,” tulis pernyataan Riskbank sebagaimana dilansir CNBC International, Selasa (20/9/2022).

Kenaikan suku bunga yang agresif oleh bank sentral di berbagai negara membuat perekonomian dunia diprediksi akan gelap dan suram akibat resesi di tahun depan. Dalam kondisi tersebut, dolar AS yang menyandang status safe haven akan lebih diuntungkan

Henry / posb

Berita Terkait

Top