TIPUAN GEMOY DAN PABRIKASI MITOS oleh Virdika Rizky Utama, Peneliti PARA Syndicate | POSBANTEN.CO.ID
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Monday 15th July 2024

TIPUAN GEMOY DAN PABRIKASI MITOS oleh Virdika Rizky Utama, Peneliti PARA Syndicate

Posbanten.co.id, Jakarta.

Menjelang pemilihan presiden Indonesia 2024, lanskap politik Indonesia dipenuhi dengan berbagai strategi untuk memikat para pemilih, terutama Generasi Z. Di antaranya adalah citra ‘gemoy’ dari Prabowo Subianto, sebuah istilah yang berkonotasi dengan kelucuan dan keramahan, dan sikap pasif dari calon wakil presidennya, Gibran Rakabuming Raka.

Meskipun taktik-taktik ini mungkin terlihat jinak atau menarik, analisis yang lebih dalam mengungkapkan bahwa taktik-taktik ini merupakan simbol dari budaya politik yang memperlakukan pemilihan umum yang demokratis hanya sebagai tontonan, yang merusak keterlibatan substantif yang diperlukan untuk demokrasi yang sehat.

Istilah ‘gemoy’, yang sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang menggemaskan atau menawan, telah dikooptasi oleh kubu Prabowo dalam sebuah langkah yang diperhitungkan untuk melunakkan citra kandidat yang sebelumnya dikenal dengan latar belakang militer yang tegas.

Strategi ini, meskipun tampaknya tidak berbahaya, perlu direvisi. Hal ini menunjukkan pergeseran yang mengkhawatirkan dalam wacana politik dari kebijakan dan kapabilitas ke kepribadian dan pesona.

Bahayanya ada dua: meremehkan gravitasi yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin nasional dan memanipulasi para pemilih muda yang mudah dipengaruhi.

Generasi Z, yang merupakan demografi yang signifikan dalam pemilu mendatang, sangat rentan terhadap taktik-taktik semacam itu. Karena terbiasa dengan budaya media sosial yang serba cepat dan berbasis citra, ada risiko bahwa mereka akan menyamakan ‘gemoy’ dengan kecocokan untuk menjadi pemimpin. Ini adalah penyamaan yang berbahaya.

Kepemimpinan, terutama di tingkat presiden, menuntut lebih dari sekadar kesukaan-ia membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang isu-isu nasional yang kompleks, visi untuk masa depan negara, dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang sulit.

Oleh karena itu, citra ‘gemoy’ adalah lapisan yang dangkal, pengalih perhatian dari evaluasi substantif terhadap kebijakan dan rekam jejak kandidat tandasnya.

Piter siagian.

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

mgid.com, 748613, DIRECT, d4c29acad76ce94f