BAHAYA DAN HARAPAN INDONESIA KE DEPAN. | POSBANTEN.CO.ID
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Tuesday 16th July 2024

BAHAYA DAN HARAPAN INDONESIA KE DEPAN.

Posbanten.co.id Tangerang 

Percaya atau tidak, kita semua sudah dan akan selalu dibenturkan satu sama lain oleh isue-isue yang tidak penting: PKI yang sudah tidak ada, NII yang sudah tidak ada, Liberalisme/Neo Liberalisme yang sejatinya tidak bisa dihindari di zaman yang terus bergerak, dll. nya.

Ini semua merupakan pekerjaan Barat (Amerika dan Eropa) yang sudah mau bangkrut dan terjadi kekacauan terus menerus di dalam negerinya sendiri-sendiri.

Apalagi perang Rusia vs Ukraina sangat berdampak sekali pada perekonomian mereka (Amerika beserta Eropa Barat dan Timur), juga dampak kebijakan hilirisasi Pemerintahan Jokowi, yang mulai menyetop bahan-bahan mentah hasil pertambangan di dalam negeri ke luar negeri, mengakibatkan negara-negara itu jungkir balik perekonomiannya. 

Manakala industri peralatan transportasi seperti mobil, motor dll. beralih dari bahan bakar minyak ke listrik, Indonesia telah siap dan memulai produksinya secara besar-besaran, dan mengurangi ketergantungannya dari produksi luar negeri khususnya dalam hal bahan bakarnya. Kita punya nikel dan ferro yang melimpah sebagai bahan dasar pembuatan mobil listrik.

Kita juga punya logam litium, alumunium dan tembaga yang melimpah sebagai penghantar listrik. Karenanya potensi kemandirian tekhnologi dan ekonomi kita menjadi incaran besar negara-negara luar, khususnya Barat untuk menguasai dan mengendalikan negara kita. 

Al Zaytun, Pondok Pesantren yang memiliki potensi besar untuk membantu memajukan perekonomian Indonesia dengan lompatan-lompatan ide-idenya di bidang pengembangan pertanian dan kelautan, seperti diolah dan dikembangkannya lahan-lahan pertanian, pengembang biakan peternakan hewan, dibuatnya kapal-kapal besar disana dll. merupakan salah satu wujud dari usaha untuk menciptakan kemandirian perekonomian melalui kemajuan tekhnologinya itu.

Apalagi disana yang dibuat maju bukan hanya dalam sisi intelektualnya, melainkan pula sisi spiritualnya yang merupakan pilar utama untuk terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. 

Karenanya, tidak heran Al Zaytun juga menjadi incaran kepentingan asing untuk dibentur-benturkan dengan kelompok-kelompok lainnya, yang nantinya mereka harapkan dapat memecah belah dan menghancurkan Indonesia sebagaimana Suriah.

Pun demikian halnya dengan stigmatisasi Kadrun, Cebong dan Kampret, yang seharusnya sudah selesai pasca diselenggarakannya Pilpres 2019, olok-olokan atau ejekan-ejekan yang membelah persatuan dan kesatuan bangsa ini nyatanya terus berlanjut.

Kalau sudah demikian kita sebagai warga bangsa akan terus menerus berada dalam kemelut pertikaian satu sama lain yang tiada habis-habisnya. Lalu bagaimana Visi Indonesia Emas 2045 akan terlaksana?.

Mencermati tantangan Indonesia tersebut, menurut hemat pikiran saya kita sudah selayaknya harus mengakhiri pertikaian vertikal dan horizontal yang sejatinya tidak perlu ini. Sebagai sebuah bangsa yang besar, merdeka dan berdaulat, harusnya kita saling mengingatkan satu sama lainnya, agar kita senantiasa bersinergi untuk sama-sama memajukan Indonesia.

Salah satu cara yang bisa kita lakukan saat ini, adalah menginventarisasi kembali potensi-potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh bangsa ini. Dan sesudah itu kita lakukan, kita mulai bersama-sama berusaha mengorbitkan orang-orang yang berkualitas yang sudah kita kenali track recordnya. 

Tantangan terberat Indonesia ke depan itu tak lain adalah memajukan perekonomian Indonesia agar rakyat dapat lebih makmur dan sejahtera. Dan seperti yang saya katakan di awal, kita ini sudah memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan dapat diandalkan untuk memajukan perekonomian Indonesia ke depan.

Namun nampaknya kita jarang menemukan orang yang cakap untuk mengelola itu semua, karenanya tak heran terlalu banyak figur-figur calon pemimpin nasional ke depan, kebanyakan hanya berlatar belakang politisi baik dari sipil maupun militer, dan sangat jarang di antara mereka merupakan seorang yang sangat ahli dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia.  

Untuk level Presiden, memang kita sangat memerlukan politisi yang handal dalam managemen konflik, semisal Mas Ganjar Pranowo maupun Pak Moeldoko, namun untuk level Wakil Presiden atau setidaknya menteri, kita sejatinya memerlukan sosok yang faham akan kebudayaan dan managemen sumber daya alam. Kenapa bisa demikian, ini karena Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang belum terkelola secara maksimal.

Beruntung sekali Presiden Jokowi –harus kita akui– memang sudah memulainya, memaksimalkan potensi SDA itu, namun sayangnya masih juga kita dengar adanya mafia pengelola SDA itu khususnya di bidang pertambangan.

Inilah mengapa di antara kita banyak yang bertanya-tanya dalam hati, Indonesia kaya raya kok rakyatnya masih banyak yang hidup susah.

Presiden Jokowi memang bukanlah Dewa atau Tuhan Yang Maha Perkasa, Presiden Jokowi tetaplah manusia biasa yang memiliki sisi kelebihan dan kekurangannya.

Presiden Jokowi figur pemimpin yang jujur dan cerdas, meski beliau lahir dari kalangan rakyat bawah, namun beliau terbukti sanggup membawa Indonesia maju pesat khususnya di bidang infra struktur.

Namun sayangnya Presiden Jokowi juga kerap dihianati oleh para bawahannya, hingga kita dapat menyaksikan ada beberapa anggota Kabinetnya yang masuk penjara karena kasus korupsi.

Olehnya perlu kiranya kita turut memberi saran pada Presiden Jokowi dan para calon presiden penggantinya kelak, terhadap adanya orang-orang potensial yang perlu diorbitkan, dan direkrut menjadi pejabat-pejabat penting di istananya. 

Saya ambil contoh, saya mengenal seorang yang ahli di bidang kebudayaan dan tambang. Sudah beberapakali rasanya saya katakan di beberapa opini saya sebelumnya. Namanya Dr. R. Haidar Alwi, MT.

Sarjana S1 dan S2 ITB yang juga pernah study di Amerika ini sangat mengerti betul tentang potensi SDA Indonesia dan bagaimana mengelolanya. Beliau tak jarang meyakinkan pada kami tentang sepertiga mineral dunia itu ada di Indonesia.

Beliau juga sangat mengerti potensi tambang emas 2 miliar ton di NTB, yang disebutnya sebagai harta karun R.I. 2 miliar Ton Emas itu setara dengan 2 Triliun Kilo Gram, yang kalau diuangkan jadi 1,6 juta Triliun dengan asumsi 1 Kg Emas Rp. 800 juta. Ini sangat besar dan sangat bisa untuk melunasi hutang R.I yang maksimalnya hanya 10.000 Triliun. 

Bagi Bang Haidar Alwi itu baru bicara soal potensi tambang emas di NTB, bagaimana dengan wilayah Indonesia lainnya. Dan itu juga baru bicara soal potensi tambang emas, bagaimana dengan potensi tambang-tambang lainnya yang ada di negeri kita?.

Bang Haidar Alwi keturunan mubaligh ternama di Nusantara itu cerminan dari kekayaan Sumber Daya Manusia Indonesia, sayangnya figur seperti beliau tidak pernah dimanfaatkan oleh Pemerintah dengan baik sesuai kapasitasnya. 

Meskipun demikian, Bang Haidar Alwi yang selama ini saya kenal sebagai Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institut itu tak pernah patah semangat untuk memajukan Indonesia dengan caranya sendiri.

Salah satu contoh konkrit konstribusi Bang Haidar Alwi terhadap kemajuan Indonesia itu, adalah kerjasamanya dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Beliau turut memberangkatkan para mahasiswanya ke Turki dan Singapura untuk mempopulerkan Kebudayaan Indonesia, khususnya Kebudayaan Rampoe Aceh.

Orang-orang seperti Bang Haidar Alwi ini saya pikir sangat sayang sekali jika tidak mendapatkan tempat secara proporsional di jajaran Pemerintahan R.I. Semoga Presiden Jokowi dan calon penggantinya mempertimbangkannya…(SHE).

Piter siagian 

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Pemerhati Po Politik.

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

mgid.com, 748613, DIRECT, d4c29acad76ce94f