Diduga Kuat Korupsi Pengerjaan Betonisasi Jalan Desa Tapos Wetan Dipertanyakan Publik. | POSBANTEN.CO.ID
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Monday 15th July 2024

Diduga Kuat Korupsi Pengerjaan Betonisasi Jalan Desa Tapos Wetan Dipertanyakan Publik.

Posbanten.co.id, Tangerang.

Diduga kuat berbaur korupsi pengerjaan Betonisasi yang terletak di desa tapos di pertanyakan publik dan jauh dari harapan masyarakat oleh karena volume pekerjaan duga dikurangi oleh pihak vendor sabtu 9/12/2023.

Pengerjaan tersebut menggunakan papan proyek dengan nilai anggaran Rp,198.883.000.00 dan juga para pekerja tidak menggunakan APD, septy helmet saat pekerjaan berlangsung hal ini tentu jadi pertanyaan diduga kuat tidak sesuai kontrak kerja yang sudah di sepakati dengan pemberi kerja yaitu dinas terkait, Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air.

Saat awak media investigasi dilokasi para pekerja mengungkapkan bahwa mereka tidak masuk di BPJS tenaga kerja yang semestinya menjadi tanggung jawab vendor sebagai pelaksana kerja.

Lalu dimana letak ketegasan pemerintah terkait hal tersebut, diduga pemerintah kabupaten tangerang tutup mata tidak peduli dengan nasib para pekerja buruh harian, begitu juga dengan pihak BPJS ketenagakerjaan.

BPJS ketenagakerjaan diduga hanya menerima laporan tanpa pernah melalukan investigasi di lapangan sehingga vendor yang menerima job dari instansi tidak peduli dengan nasib buruh yang seugianya mereka para buruh dapatkan, para pegawai BPJS ketenagakerjaan hanya menerima uang setoran berdasarkan jumlah pengawai perusahaan yang di laporkanan oleh perusahaan tertentu.

Keluhan pengawai buruh harian menjadi perhatian publik sehingga menjadi pergunjingan di masyarakat, sebagai warga negara bersamaan kedudukannya yang semestinya hak seluruh rakyat indonesia sama hal ini di utarakan para pekerja ya ia pak kami tidak paham hukum ungkapnya.

Dimana pengerjaan yang anggarannya berasal dari uang rakyat yang dianggarkan melalui APBD kabupaten tangerang, dan pelaksanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air sebagai pemberi kerja yang saat ini dilaksanakan oleh Cv, Putra Bungsu Mandiri dengan penyerapan Anggaran Rp 198.883.000, 00.Betonisasi Jalan di wilayah Rt 17, Rw, 006 desa Tapos, kecamatan Tiga raksa.

Duga Cv, putra bungsu mandiri mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai bahan beton/ specifikasi K yang juga tidak sesuai kwalitas dimana terdapat sepanjang jalan sudah pada retak retak sehingga menimbulkan pertanyaan publik, dugaan kecurangan vendor untuk meraup keuntungan dengan ketebalan betonisasi.

Paping blok yang kelihatan di timpà, langsung dengan beton yang baru dan gelembung jalan terlihat sehingga mengurangi volume betonisasi hal ini diduga untuk meraup keuntungan oleh pelaksana kerja yaitu Cv, Putra Bungsu Mandiri.

Saat di temui dilokasi pengawas dari Bina Marga dan Sumber Daya Air tidak ada, serta pelaksana kerja tidak berada di lokasi sehingga menimbulkan pertanyaan publik yang mengarah pada tindakan melawan hukum dengan sengaja mengurangi volume beton dan juga para pekerja tidak di lindungi oleh BPJS ketenagakerjaan.

Dihimbau kepada Inspektorat, BPK, dan Kejaksaan sebagai pengawas anggaran agar dapat melakukan, tindakan teguran, pemotongan Invois serta Audit terhadap pelaksanaan kerja peningkatan jalan Betonisasi di Desa tapos, Kecamatan tigaraksa, Diduga kuat pihak vendor melakukan kecurangan, bahkan jalan baru berapa hari sudah retak retak.

Hingga berita ini di turunkan pihak dinas terkait belum memberikan tanggapan dan telah dihubungi via telp dan pesan wa kabid Rijal dan kabid endang tidak ada jawaban dan slow respon menimbulkan animo Negatif bagi pejabat PU, Bina Marga dan sumber daya Air.

Piter siagian

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

mgid.com, 748613, DIRECT, d4c29acad76ce94f