LSM FA. Amuh : Adanya kesengajaan dan pembiaran, dan meminta agar BPK.RI (Badan pemeriksa keuangan Republik Indonesia ) agar segera mengaudit pelaksanaan proyek


Teluknaga, posbanten.co.id

FA. AMPUH. ( Forum Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum ) Catur Winata Ketua FA. AMPUH. mengatakan bahwa pihanya akan melaporan proyek yang di erjakan tidak berdasar aturan. Sabtu (22/10)

“Jika tidak adanya plang. Di sebabkan akhibat adanya konpirasi antara pengawas dan pelaksana proyek.

Yang seakan mati fungsi. Adanya kesengajaan dan pembiaran, dan meminta agar BPK.RI (Badan pemeriksa keuangan Republik Indonesia ) agar segera mengaudit pelaksanaan proyek tesebut. Dan menjatuhkan sanksi. Kepada oknumnya perusahaan itu.

“Diduga Proyek pekerjaan Alun-alun di depan Gedung Kecamatan Teluknaga kabupaten Tangerang Banten diduga tidak pakai papan informasi kini menjadi sorotan. Pasalnya, di lokasi proyek tidak ada ditemukan papan anggaran dan terkesan asal jadi”, katanya Catur Winata

Baca Juga : Tidak mengindahkan program pemerintah yang sedang giat giatnya dalam pemberantasan peredaran Narkotika ke 3 terdakwa

Diduga, ada indikasi proyek tersebut tidak ingin masyaakat tidak tahu, sehingga terkesan ditutup-tutupi supaya tidak diketahui nilai anggaran dan sumber anggaran yang digunakan di lapangan.

Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan Kasi Pembangunan Kecamatan Teluknaga, Dasuki, S.Pd dirinya bingung saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

“Kami juga sudah memberiantahkan pada perusahaan dan juga bilang sama pemborongnya agar dibuatkan papan proyeknya, namun sampai sekarang belum di pasang,” kata Dasuki,(19/10/2022).

Menurut Dari keterangan Dasuki, informasi yang kami dapat itu tidak salah dan kalau proyek tersebut bernilai Rp.2 milyar rupiah dan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Tangerang.

Terakhir, saat disinggung tentang pihak yang mengerjakan, Dasuki hanya bisa menjelaskan, kalau proyek tersebut dikerjakan oleh H. tidak jelas.

Baca Juga : Sidang korupsi 10,8 milyar penggelapan pajak mobil di Samsat Kelapa Dua Tangerang, terbongkar dari pajak 50

Sampai akhir penjelasan, Dasuk tidak mengetahui PT. yang mengerjakan, bahkan dengan gamblang oleh Dasuki lupa nama PT perusahaannya.

“Saya lupa nama Perusahaannya, tapi nanti kita ingatkan dan saya kasih tau ke bapak,” kata Dasuki kepada wartawan menemuinya di ruang kerja, selasa.

Dilihat dari kondisi pengerjaan proyek Alun-alun tersebut, pembangunan sudah berjalan sampai 40% dan sesuatu yang janggal dan patut dipertanyakan, dengan pengerjaan sejauh itu tidak ada papan anggaran di pampang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum juga ada papan nama proyek, dan belum diketahui persis nama PT/ perusahaan yang melakukan pekerjaan tersebut, dan diketahui hanya seseorang yang bernama  PT. Ya tidak Jelas sebagai pelaksana, belum dapat berkomonikasi dan tidak jelas juntrungnya.

(henry / posb)

Berita Terkait

Top