JOGET GEMOY: ANTARA PEMBODOHAN PEMILIH DAN ADU GAGASAN oleh Virdika Rizky Utama, Peneliti PARA Syndicate_ | POSBANTEN.CO.ID
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Monday 15th July 2024

JOGET GEMOY: ANTARA PEMBODOHAN PEMILIH DAN ADU GAGASAN oleh Virdika Rizky Utama, Peneliti PARA Syndicate_

Posbanten.co.id Jakarta.

Kecenderungan untuk mengedepankan tontonan daripada substansi dalam politik Indonesia bukan hanya masalah teoretis, melainkan juga memiliki implikasi di dunia nyata. Ketika pemilihan umum menjadi lebih tentang citra dan bukan tentang isu, hal ini mengarah pada pemerintahan yang tidak siap untuk mengatasi tantangan bangsa. Kebijakan menjadi nomor dua setelah hubungan masyarakat, dan kebutuhan riil masyarakat dikesampingkan demi mempertahankan citra yang disukai.

Pendekatan ini juga menjadi preseden yang berbahaya bagi pemilu-pemilu selanjutnya. Jika ‘gemoy’ dan penghindaran menjadi strategi yang berhasil, kemungkinan besar strategi ini akan ditiru, yang mengarah pada lingkungan politik di mana kedalaman dan detail dikorbankan demi pesona dan karisma. Hal ini dapat menghasilkan generasi pemimpin yang populer namun tidak efektif dan karismatik, namun perlu lebih memahami nuansa pemerintahan.

Untuk melawan tren ini, ada kebutuhan untuk menghidupkan kembali wacana politik di Indonesia. Media, masyarakat sipil, dan pemilih harus menuntut lebih banyak dari para kandidat. Hal ini berarti mendorong perdebatan mengenai isu-isu kebijakan, meminta pertanggungjawaban para kandidat atas pernyataan dan janji-janji mereka, dan secara kritis menilai rekam jejak mereka. Hal ini juga berarti mendidik para pemilih, terutama pemilih muda, tentang pentingnya isu-isu substantif daripada pesona yang dangkal.

Para kandidat sendiri memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan level wacana. Mereka harus menahan godaan untuk mengurangi kampanye mereka menjadi sekadar manajemen citra dan sebaliknya terlibat dalam dialog yang bermakna tentang masa depan negara. Mereka harus bersedia untuk mendiskusikan kebijakan mereka secara rinci, menanggapi kritik, dan mengartikulasikan visi yang jelas untuk Indonesia._#jws_

Jakarta, 5 Desember 2023

Piter siagian.

Seri 3

 

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

mgid.com, 748613, DIRECT, d4c29acad76ce94f