Lima Kebiasaan Sepele yang Berdampak Buruk bagi Kesehatan


Jakarta, posbanten.co.id

Lima kebiasaan sepele yang berdampak buruk bagi kesehatan ini biasa dialami oleh beberapa orang di jakarta. minggu (22/05)

Tanpa sadar, kebiasaan sepele yang berdampak buruk bagi kesehatan membuat Anda alami penurunan fisik dan tanpa sadar Anda akan mengalami penyakit menyeramkan.

Lalu apa saja kebiasaan sepele yang berdampak buruk bagi kesehatan? Berikut daftarnya, dilansir dari Very Well Health:
1. Stres

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Behavior Research and Therapy menemukan bahwa merenungkan peristiwa yang menimbulkan stres dapat menyebabkan peningkatan gejala depresi.

Semakin banyak orang memikirkan peristiwa yang membuat stres, semakin besar kemungkinan mereka menjadi depresi. Para peneliti menemukan bahwa mengurangi aktivitas tersebut dapat membantu meringankan suasana hati yang tertekan.

Sadarilah berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk memikirkan peristiwa-peristiwa yang membuat stres dalam hidup. Daripada mengulangi hal-hal yang tidak dapat diubah, berkomitmenlah untuk menggunakan energi untuk tujuan yang lebih bermanfaat seperti merencanakan masa depan atau menikmati saat ini.

2. Begadang

Penelitian menunjukkan bahwa waktu tidur seseorang mungkin sama pentingnya dengan jumlah tidur seseorang. Begadang dan tidur larut malam dapat menyebabkan kesehatan seseorang menurun.

Pergi tidur pada jam yang wajar dan bangun pagi mungkin sulit untuk membiasakan diri pada awalnya, tetapi cara ini sangat baik untuk kesehatan.
BACA JUGA:
IHSG Hijau, Ini Deretan Saham dengan Kinerja Buruk Hari Ini
3. Bermain Medsos tanpa Tujuan

Penelitian telah menemukan bahwa media sosial dapat menyebabkan seseorang mengalami perasaan terisolasi. Semakin banyak waktu yang dihabiskan orang di situs media sosial, semakin mereka merasa terisolasi.

Padahal, seperti diketahui, isolasi sosial berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik. Baik itu foto liburan atau foto mobil baru, melihat postingan media sosial orang lain juga dapat membuat menyimpulkan bahwa hidup tidak sesuai dengan kehidupan teman-teman.

4. Terlalu Sering Berkeluh Kesah

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology menemukan hubungan antara co-rumination, yakni perilaku ketika hubungan teman sebaya berfokus pada percakapan berorientasi negatif, dan depresi.

Anak-anak yang cenderung melakukan hal tersebut dengan teman sebaya lebih mungkin didiagnosis dengan depresi. Selain itu, sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Hormones and Behavior menemukan bahwa membicarakan masalah dengan teman meningkatkan kadar hormon stres pada wanita.
5. Terlalu Kritis Terhadap Diri Sendiri

Menyalahkan diri sendiri dan merendahkan diri sendiri buruk bagi kesehatan mental. Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Personality and Individual Differences menemukan bahwa kritik diri yang keras meningkatkan gejala depresi.

Di sisi lain, self-compassion atau sikap welas asih terhadap diri sendiri, berkaitan erat dengan kesehatan dan ketahanan psikologis yang lebih besar. Nah, mengubah cara berpikir dapat membantu seseorang merasa lebih baik.

Memang kritis kepada diri sendiri adalah kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan, tetapi dengan upaya bersama, kita dapat belajar mengembangkan dialog batin yang lebih baik.

Itulah kebiasaan sepele yang berdampak buruk bagi kesehatan. Semoga informasi ini berguna bagi Anda.

Samsiar/pos

Berita Terkait

Top